Mengapa lantai diberi warna yang berbeda ?

Standar warna penandaan pada lantai dapat digunakan untuk berbagai hal yang berbeda di tempat kerja, bengkel atau laboratorium. Kadangkala manajemen perusahaan atau lembaga menggunakan warna-warna itu untuk alasan keselamatan, akrefitasi, tata kelola perusahaan dan hal lain. Terlepas dari tujuan yang khusus tersebut, standar warna dan marka lantai akan efektif dan sangat berguna, bilamana semua pihak mengetahui dan memahami maksud pemberian warna pada lantai atau jalan.

SMK Negeri 2 Depok Sleman telah menerapkan pada lingkungan sekolah, bengkel dan laboratorium dengan harapan seluruh warga dapat memahami dan menjadi budaya kerja yang baik.

Menetapkan Arti Warna
Dalam menetapkan standar warna dan marka lantai pada fasilitas gedung atau lingkungan kerja perlu menetapkan dan menentukan arti dari setiap warna. Hal ini perlu diketahui dan disepakati oleh seluruh pengguna fasilitas agar terhindar dari kebingungan atau kecelakaan. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa gedung, maka semua gedung harus mengikuti standar yang sama, sehingga orang yang berpindah atau berkunjung tidak akan bingung.

Standar Warna Penandaan Lantai untuk 5S
Salah satu set standar yang paling umum digunakan untuk penandaan lantai berasal dari metodologi 5S. Meskipun tidak wajib, 5S menawarkan berbagai standar warna yang direkomendasikan yang digunakan di berbagai fasilitas di seluruh dunia. Setiap perusahaan yang ingin menerapkan standar warna untuk penandaan lantai mereka sebaiknya memulai dengan warna-warna berikut ini:

  • Kuning – Penandaan kuning adalah standar untuk lorong normal serta jalur lalu lintas di dalam fasilitas. Warna ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan sel kerja.
  • Putih – Marka putih akan menunjukkan di mana peralatan yang berbeda akan ditempatkan. Ini dapat mencakup gerobak, tempat sampah, dan barang lainnya.
  • Biru/Hijau/Hitam – Bahan atau komponen apa pun yang digunakan dalam proses produksi. Ini juga dapat mencakup barang yang sedang dalam proses dan bahkan barang jadi.
  • Oranye – Barang yang perlu ditahan untuk diperiksa atau dalam pengawasan akan ditempatkan di area yang ditandai dengan tanda lantai berwarna oranye.
  • Merah – Produk yang memiliki cacat dan perlu dikerjakan ulang, atau yang akan digunakan sebagai barang bekas.
  • Merah dan Putih – Penandaan lantai merah dan putih digunakan untuk mengidentifikasi area yang harus dijaga agar tetap bersih untuk alasan keselamatan atau kepatuhan. Ini dapat mencakup area di sekitar peralatan pemadam kebakaran, tempat pencucian mata, dan lainnya.
  • Hitam & Putih – Area yang perlu dijaga agar tetap bersih untuk pekerjaan standar yang harus dilakukan.
  • Hitam & Kuning – Penandaan lantai hitam dan kuning adalah untuk area yang dapat membuat karyawan terpapar bahaya kesehatan atau risiko fisik.

Masing-masing fasilitas dapat membuat standar penandaan lantai lainnya sesuai kebutuhan. Namun, sedapat mungkin, jumlah warna yang digunakan untuk penandaan lantai harus dibuat sesedikit mungkin agar maknanya mudah diingat. Banyak fasilitas juga akan memasang poster yang berfungsi sebagai kunci untuk mengingatkan mereka tentang arti setiap warna.

Sebar info ini