Penanganan Pelanggaran

By admin 29 Des 2021, 12:44:53 WIB

Pengertian

  • Tata Tertib Sekolah ialah peraturan-peraturan yang dibuat dan dilaksanakan oleh pihak sekolah bertujuan agar siswa lebih berdisiplin dan berkelakuan baik sehingga lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan kondusif belajar dapat diwujudkan.
  • Kasus ringan ialah jenis kesalahan yang seperti tidak memakai dasi, membuat kebisingan, telat masuk kelas, dan sebagainya sebagaimana tercantum dalam Pedoman Tata Tertib Siswa SMKN 2 Depok Sleman D.I. Yogyakarta.
  • Kasus berat ialah jenis kesalahan siswa yang memiliki bobot pelanggaran lebih dari 125 poin dan perlu perhatian khusus seperti merokok dilingkungan sekolah, membawa bahan pornografi, mencuri, berkelahi, dan sebagainya sebagaimana tercantum dalam Pedoman Tata Tertib Siswa SMKN 2 Depok Sleman
  • Wakasis adalah wakil kepala sekolah bidang Kesiswaan yang menangani kegiatan dan permasalahan siswa.
  • Tim Tata Tertib Siswa merupakan guru dan karyawan dibawah koordinasi kesiswaan (staf kesiswaan) yang diberi tanggung jawab secara khusus menangani masalah-masalah kedisiplinan siswa.
  • Guru BK adalah guru yang bertugas sebagai konselor sekolah yang bertanggungjawab untuk membimbing siswa terkait dengan kelakuan, sikap, dan talenta siswa.
  • Surat Peringatan I (SP 1) adalah Surat Pemanggilan orangtua/wali yang pertama; Surat Peringatan II (SP2) adalah Surat Pemanggilan orangtua/wali yang kedua; Surat Peringatan III (SP3) adalah Surat Pengembalian siswa ke orangtua/wali

Prosedur

  1. Wali kelas /Staf kesiswaan menerima pengaduan maupun laporan pelanggaran tata tertib siswa dari berbagai pihak khususnya warga SMK Negeri 2 Depok Sleman
  2. Wali kelas/ Staf kesiswaan mempelajari keluhan dan pengaduan untuk mengidentifikasi masalah dan solusi penanganan.
  3. Wali kelas dan Staf kesiswaan bekerjasama menangani kasus. Jika diperlukan, guru-guru terkait lainnya dapat diikutsertakan.
  4. Penganganan tiap kasus:
    • Untuk kasus ringan : Wali kelas / Staf kesiswaan akan mengadakan pertemuan dengan siswa yang bersangkutan untuk diberi nasehat, bimbingan, dan arahan.
    • Untuk kasus berat : Wali kelas / Staf kesiswaan akan menghubungi orangtua siswa untuk hadir ke SMKN 2 Depok Sleman untuk diberi penjelasan dan dimintai keterangan yang diperlukan (SP1). Setelah itu, siswa akan diberi bimbingan khusus oleh guru BK dengan sepengetahuan waka kesiswaan. Jika masalah tertangani kasus selesai.
    • Jika masalah tidak terselesaikan guru BK menilai siswa tersebut tidak patuh dan tidak mau berubah, maka guru BK menggelar konferensi kasus (SP2) melibatkan siswa, orangtua, wali kelas, wakasis, dan jika terkait akademik, guru bidang studi. Jika hasilnya baik, kasus selesai. Jika hasil tidak baik, Wakasis berkonsultasi dengan Kepala Sekolah untuk saran penyelesaian masalah.
    • Dua jenis keputusan yang mungkin diambil di tingkat ini adalah siswa diberi kesempatan kedua alias dibina lagi atau dikembalikan ke orangtua (SP3).
  5. Seluruh kasus dan penanganannya perlu disusun dalam bentuk laporan tertulis oleh Staf Kesiswaan bersama-sama wali kelas dan guru BK.
  6. Selanjutnya laporan tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah dan diarsipkan.

Pedoman Tata Tertib dan Tata Krama Siswa

Penangganan siswa didasarkan pada buku Pedoman Tata Tertib dan Tata Krama Siswa yang dapat diunduh pada menu unduhan..