Untuk menumbuhkan kedisiplinan dan taat aturan kepada masyarakat, sebaiknya dilakukan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari termasuk budaya tertib dan taat aturan di lingkungan sekolah.

Peserta didik berasal dari keluarga dan lingkungan yang berbeda-beda, sehingga kebiasaan dan karakter setiap peserta didik  memiliki ragam dan variasi yang berbeda pula. Ada peserta didik yang selalu berpakaian dengan rapi sesuai hari yang telah ditetapkan, potongan rambut pendek dan selalu bertegur sapa secara sopan dan santun kepada siapa saja yang ditemui, begitu pula juga ada peserta didik yang memiliki kebiasaan sebaliknya.

Oleh karena itu, sekolah memiliki tata tertib yang dapat dipergunakan sebagai panduan untuk membudayakan kebiasaan yang baik di lingkungan sekolah. Budaya baik yang dibiasakan di sekolah dimulai saat masuk gerbang sekolah, selama berada di sekolah dan keluar dari pagar sekolah.

A. Berpakaian dan penampilan
1. Berpakaian seragam sekolah beserta atributnya sesuai dengan hari yang telah ditentukan;
2. Potongan rambut pendek dan tidak diberikan warna lain selain hitam bagi siswa putra;
  (depan: tidak menyentuh alis, samping: tidak menyentuh telinga dan belakang: tidak menyetuh krah)
3. Tidak menggunakan asesoris dan riasan yang berlebihan bagi siswa putri;
4. Mengenakan masker yang memenuhi standar kesehatan;

B. Kedatangan
1.  Datang secara tertib melalui pintu gerbang siswa atau pintu gerbang selatan;
2. Parkir kendaraan secara rapi di tempat yang telah disediakan;
3. Melepas jaket, sweater, pakaian corsa, jas, mantel, baju kerja;
4. Masuk melalui pintu lobby kimia-geologi;
5. Antri untuk mencuci tangan, mengukur suhu tubuh dan mencatatkan diri;

C. Selama Belajar
1. Masuk dengan tertib pada kelas, bengkel atau laboratorium;
2. Patuhi tata tertib dan prosedur kerja selama berada di ruang tersebut;
3. Gunakan baju kerja (wearpack) saat berada di bengkel/laboratorium;
3. Tetap kenakan masker, cuci tangan dan jaga jarak minimal 1,5 meter;

D. Kepulangan
1.  Keluar melalui pintu keluar yang telah ditentukan;
2. Kenakan jaket, sweater, pakaian corsa, jas, mantel terlebih dahulu;
3. Datang ke tempat parkir, kendarai kendaraan dengan baik dan patuhi aturan lalu lintas yang berlaku;
4. Pulang menuju ke rumah dengan tertib;

Dengan adanya penjelasan dan prosedur tertib berada di sekolah diharapkan para peserta didik dapat mengetahui dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku di sekolah, sehingga kebiasaan baik tersebut dapat menjadi budaya yang akhirnya terkristalisasi menjadi pribadi yang berkarakter.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eka Vicianto, S.Pd.T. menjelaskan bahwa pendidikan karakter dimulai dari hal yang sederhana dan mudah dilihat, yaitu tertib berbusana dan berpenampilan yang baik. Dengan memperhatikan penampilan yang baik dari seorang peserta didik, diharapkan kesan siswa SMK yang kumuh, kotor dan kurang peduli berganti menjadi kesan terpelajar, bersih, memiliki adab dan sopan santun yang baik, sehingga SMKN 2 Depok Sleman sebagai Pusat Keunggulan (Center of Excellence) tidak hanya terlihat dari gedung dan bangunan yang bagus dan megah tetapi juga pada setiap pribadi orang didalamnya.

Eka menegaskan bahwa pembiasaan baik atau membangun budaya baik ini tidak mungkin dapat diwujudkan tanpa dukungan semua warga sekolah, mulai peserta didik, tenaga kependidikan, pendidik, staf manajemen, kepala sekolah, komite sekolah dan orang tua/wali. Dengan taat terhadap tata tertib sekolah dan memberikan teladan yang baik kepada peserta didik merupakan dukungan yang sangat dibutuhkan demi terwujudnya SEKOLAH PENGHASIL SUMBER DAYA KOMPETEN DAN BERKARAKTER.

5 1 vote
Rating Artikel
Berbagi
Berlangganan
Pemberitahuan dari
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Tampilkan semua komentar