Melihat Peluang Diterima Di Program Keahlian Yang Diminati

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diselenggarakan setiap tahun ajaran penuh dinamika dan kiat strategi tersendiri bagi calon siswa dan orang tua/wali siswa dalam mendaftarkan ke sekolah yang dikehendaki. Kriteria dalam pemilihan sekolah tujuan bagi setiap orang tentu beragam dan tidak mungkin untuk menyamakan keinginan atau pendapat, tapi satu hal yang pasti adalah dapat diterima.

Strategi yang harus dilakukan setiap calon siswa dan orang tua/wali siswa mulai dari mempelajari aturan, persyaratan, tata cara seleksi dan peluang diterima di program keahlian atau sekolah yang dikehendaki. Peluang diterima di program keahlian yang dimaksud, tentu bukanlah satu-satunya penentu untuk diterima, namun perlu diperhatikan pula tata urutan seleksi yang dipergunakan pada PPDB yang bersangkutan.

Mulai tahun 2018, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menerapkan pola zonasi sebagai salah satu tata urutan seleksi dalam menentukan siswa diterima, tentu hal ini juga memiliki pengaruh dalam menentukan peluang. Pengaruh zonasi pada urutan pertama proses seleksi perlu menjadi perhatian dan pertimbangan calon siswa dan orang tua, terlebih bila memiliki nilai akhir yang pas-pasan atau berada dalam rentang rata-rata. Pada tahun ajaran 2018-2019, urutan seleksi : (1) Zonasi (2) Nilai Akhir (3) Pilihan Sekolah (4) Pendaftar terlebih dahulu. Dari urutan seleksi tersebut didapatkan grafik tabulasi nilai, sebagai berikut :
tabulasi_ppdb_2018-2019

Pada tahun ajaran 2019-2020, terdapat perubahan aturan pada urutan seleksi yang memiliki dampak berubahnya komposisi dan peluang untuk diterima. Bisa digambarkan bahwa nilai UN tinggi tidak menjadi jaminan diterima, karena urutan seleksi pada PPDB tahun tersebut, memiliki urutan seleksi sebagai berikut : (1) Zonasi (2) Pilihan Sekolah (3) Nilai UN (4) Pendaftar terlebih dahulu. Dari urutan seleksi tersebut didapatkan grafik tabulasi nilai, sebagai berikut :
tabulasi_2019-2020

Dari kedua grafik tersebut, kita bisa melihat dan mempelajari data yang tertampil pada setiap program keahlian termasuk juga peluang untuk diterima pada keahlian yang diinginkan.

PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 memiliki pola yang berbeda dari penyelenggaraan PPDB tahun-tahun sebelumnya. Pada penerimaan siswa tahun ini digunakannya Nilai Gabungan sebagai penentu dari urutan seleksi, setelah proses seleksi zonasi atau jalur pendaftaran lain yang dipilih. Komposisi Nilai Gabungan, yang terdiri dari 80% rata-rata nilai raport semester 1 s.d. semester 5, 10% nilai rata-rata UN sekolah pada 4 (empat) tahun terakhir dan 10% 4x nilai akreditasi sekolah, sehingga orang tua dan calon siswa dituntut untuk benar-benar memperhitungkan peluang dan memikirkan strategi yang mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya agar pemilihan sekolah atau program keahlian merupakan peluang terbesar untuk dapat diterima.

Semua program keahlian (jurusan) di SMK N 2 Depok Sleman menarik dan memiliki peminat yang berbeda-beda pada setiap tahunnya, sehingga tidak ada istilah jurusan ini lebih favorit dibandingkan jurusan yang lain. Dengan demikian, peluang agar diterima di jurusan yang dikehendaki sangat bergantung pada orang tua/wali siswa dan calon peserta didik dalam membaca aturan main dan menentukan strategi.

4.3 7 votes
Rating Artikel
Berbagi
Berlangganan
Pemberitahuan dari
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Tampilkan semua komentar