Mengenal apa itu buta warna ?

accident

Bagi sebagian orang mungkin belum pernah mengetahui atau mencoba tes buta warna. Pengen tahu apakah kita mengalami gangguang penglihatan buta warna atau tidak ? Penasaran ?

Ayo kita mencoba tes buta warna secara daring !

Bagaimana hasilnya ?

Semoga hasilnya terbebas dari buta warna.

Tes menggunakan metode Ishihara atau lebih dikenal dengan  huruf  ‘tokek’  bagi siswa SMK Negeri 2 Depok Sleman (Stembayo) bukanlah hal yang asing, karena anjuran untuk menjalani tes tersebut disampaikan saat akan mendaftarkan diri untuk belajar di SMK Negeri 2 Depok Sleman.

Persyaratan bebas buta warna sangat diperlukan guna menjaga keselamatan dan kesehatan siswa saat proses belajar mengajar di sekolah dan (nanti) saat Praktik Industri (PI) di industri-industri mitra kerja sekolah. Buta warna masih menjadi masalah dalam beberapa jenis pekerjaan  seperti dokter, ahli kimia, elektro, ahli desain interior, dan sopir atau pengemudi alat transportasi lainnya. Sertifikasi diperlukan untuk menghindari kecelakaan dalam pekerjaan akibat terganggunya penglihatan warna.

Selain itu, proses tes buta warna sebaiknya dilakukan di awal masuk sekolah kejuruan (teknik), karena kita akan belajar selama 3 atau 4 tahun, kemudian berharap bisa langsung diterima bekerja di industri yang dikehendaki atau bisa juga melanjutkan ke perguruan tinggi yang relevan, sehingga siswa benar-benar mantap dan tidak kecewa di kemudian hari, akibat lalai tidak melakukan identifikasi dini gangguan penglihatan (buta warna).

 

Agar lebih memahami, yuk kita mengenal lebih jauh tentang buta warna !

Buta warna merupakan suatu keadaan di mana seseoang tidak dapat membedakan warna-warna tertentu dan ini umumnya terjadi karena kelainan yang dibawa sejak lahir atau keturunan dari orangtua.

Penderita buta warna tidak mampu mengolah informasi warna dengan lengkap yang ia lihat. Matanya hanya dapat meneruskan ke otak tentang informasi yang ia lihat, dan karena tidak mampu melihat warna dengan lengkap, maka otak juga tidak sempurna dalam menerima informasi yang akan diolah selanjutnya.

Mata sebagai salah satu panca indera kita yang penting. Mata dapat mengenali warna karena adanya interaksi antara sel-sel mata dengan cahaya. Ketika mata melihat sesuatu, cahaya yang dipantulkan benda itu masuk ke dalam mata melewati kornea dan lensa mata. Keduanya berfungsi seperti diafragma pada kamera, dimana ia bertugas memfokuskan cahaya. Cahaya tersebut kemudian ditangkap oleh sel-sel, yaitu fotoreseptor di retina.

Selanjutnya, dari retina rangsangan cahaya akan diteruskan oleh serabut saraf optik menuju pusat pengolahan data penglihatan di otak. Nah, bagian otak inilah yang bertanggung jawab terhadap persepsi warna.

Mata memiliki dua macam fotoreseptor pada lapisan retina yang bertugas untuk membedakan warna. Fotoreseptor tersebut adalah sel batang dan sel kerucut. Sel batang terletak di bagian tepi retina dan berjumlah lebih dari seratus juta sel. Sel ini berfungsi melihat objek bergerak, objek dalam keadaan gelap, dan membedakan warna hitam-putih. Sel batang tidak dapat membedakan warna pelangi, namun sensitif terhadap cahaya sedangkan sel kerucut berada di bagian tengah retina dan berjumlah sekitar enam juta sel. Sel ini berfungsi melihat benda secara detail pada keadaan terang dan untuk membedakan warna yang kita lihat. Sel kerucut juga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu merah, biru, dan hijau. Ketiga jenis sel inilah yang mengenali perbedaan warna objek yang kita lihat.

Ketika bagian-bagian dari mata ini tidak bekerja dengan baik, termasuk sel fotorseptor, maka itulah seseorang disebut mengalami penyakit buta warna.

Berikut ini gambar yang dilihat oleh mata normal dan mata penderita buta warna.

bws

 

2 1 vote
Rating Artikel
Berbagi
Berlangganan
Pemberitahuan dari
guest
6 Komentar
terlama
terbaru paling disukai
Inline Feedbacks
Tampilkan semua komentar
Habibah

Ada buta warna parcial n juga buta warna apa gitu

Iqbal

Apakah buta warna parsial bisa masuk smkn 2 Depok?

Iqbal

Apakah buta warna parsial bisa masuk smkn 2 Depok??